Big Kid & Teen

All about Big Kid & Teen


Punya Rasa Ingin Tahu Besar, 5 Trik Berbicara Seks Pada Anak Usia 6-8 Tahun

Anak usia 8-10 tahun sebenarnya belum siap untuk mempelajari lebih detail tentang seks

2 August 2019 8:00

Pada tahun-tahun awal sekolah dasar, anak-anak cenderung sibuk mengembangkan keterampilan sosial dan fisik mereka di taman bermain dan lapangan bola. Sementara itu ketertarikan seks anak-anak pada usia ini dapat sangat bervariasi. Seks mungkin hanya satu dari banyak hal yang ingin diketahui oleh anak-anak.

Tapi ada anak-anak lain yang lebih konsisten dan ingin tahu lebih banyak tentang seks. Masalah timbul ketika anak-anak SD ini cenderung lebih mempercayai apa yang dikatakan oleh teman-temannya, terlebih jika menyangkut masalah seks yang sebenarnya belum  mereka ketahui secara benar.

Anak usia 8-10 tahun sebenarnya belum siap untuk mempelajari lebih detail tentang seks. Hal ini terbukti dengan reaksi keras mereka ketika menerima penjelasan Anda tentang pertanyaan seputar seks yang mereka ajukan. Bahkan sebagian anak di bawah usia 8 tahun tidak bisa dan perlu untuk memahami mekanisme seks yang sebenarnya.

Namun jika Anda merasa perlu untuk memberikan pengenalan seks sejak dini, maka lakukanlah dengan cara benar. Berikut panduan berbicara seks pada anak usia 6-8 tahun yang perlu Anda perhatikan.

  1. Lakukan dengan Santai dan Tenang

Mendengar anak-anak mulai bertanya tentang apa itu ereksi mungkin seketika membuat Anda panik. Namun sebaiknya Anda mencoba untuk lebih tenang dan menjelaskan dengan baik sehingga Anda dapat menghargai keingintahuan alami anak Anda tanpa menghakimi. Setiap kali Anda berhasil melewati satu masa sulit maka tingkat kecemasan akan terus berkurang. Sebaliknya jika Anda menghindari topik sensitif ini maka anak akan gagal mempelajari nilai-nilai seks dari Anda dan akan mengembangkan sendiri dari informasi yang ia dapatkan dari media dan teman. 

Strategi terbaik untuk berbicara seks dengan anak adalah mencoba menjawab pertanyaan dengan tenang dan ringkas, betapapun tidak biasa atau memalukannya. Jika berbicara tentang seks sulit bagi Anda, cobalah melatih jawaban Anda di muka, baik sendiri atau bersama pasangan. Cari situasi yang nyaman bagi Anda dan anak-anak untuk berdiskusi, entah saat berjalan-jalan atau menjelang tidur. Pastikan untuk tetap tenang saat berbicara karena anak-anak cenderung mengambil garis melodi ketimbang kata-kata itu sendiri.

  1. Mendengarkan dengan baik

Tahan godaan untuk ikut berbicara saat anak mengajukan pertanyaan tentang seks. Dengan begitu, Anda akan memahami pertanyaan yang diajukan dan mampu menjawabnya dengan tepat. Anda juga dapat mencoba menjawab dengan mengajukan pertanyaan lain pada anak untuk memancing pengetahuannya tentang perkara yang ditanyakannya atau sekedar memastikan apa sebenarnya yang ingin diketahui anak.

  1. Buatlah Tetap Sederhana

Jawaban untuk pertanyaan tentang konsepsi dan kelahiran bisa sedikit lebih rinci untuk anak-anak sekolah dasar, tetapi Anda mungkin belum perlu merinci tentang hubungan seksual. Meski tidak ingin terdengar seperti dokter, Anda setidaknya menggunakan bahasa yang sesuai, misalnya penis  bukan 'burung' atau 'titit' dan kata pengganti lainnya. Ini akan mengurangi perasaan bahwa topik-topik seksual itu terlarang dan memalukan.

Tetap jawab setiap pertanyaan yang diajukan anak tapi usahakan untuk tidak membanjiri mereka dengan informasi dan berhentilah jika anak sudah merasa cukup.

  1. Dorong Minatnya

Tidak peduli apa pertanyaan anak, cobalah untuk tidak membentak. Volume suara yang meningkat atau bentakan sudah cukup memberi sinyal pada mereka bahwa pertanyaan normal itu tabu dan bahwa mereka tidak boleh memikirkannya.

Sebagai orang tua yang baik, Anda tentu tidak ingin anak-anak kehilangan minat pada seks dan mencari jawaban sendiri di luar.

  1. Manfaatkan Setiap Peluang yang Ada

Tidak perlu menunggu anak untuk bertanya, Anda bisa menggunakan peluang sehari-hari untuk membahas masalah seks dengan anak. Seperti saat Anda dan anak-anak melihat kambing yang sedang menyusui bayinya di kebun binatang atau menemukan telur burung yang pecah di pinggir jalan. Anda dapat juga memanfaatkan buku dan adegan kehidupan keluarga di film dan TV untuk berdiskusi tentang seksualitas dan hubungan.

Mulai sekarang tidak perlu lagi merasa malu untuk berbicara tentang seks pada anak ya, Ma. Tidak sulit kok asalkan Mama mau mencobanya.


Responses
Write a responses...
Redeem Cart