Family & Relationship

All about Family & Relationship


Menjadi Orangtua di Usia Muda, Inilah Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

Menikah di usia muda, Anda harus memperhatikan kondisi keuangan, emosional, serta kesiapan fisik dan mental.

28 June 2019 10:59

Menjadi orangtua merupakan sebuah tanggungjawab yang besar. Tanggungjawab ini tidak hanya merawat dan membesarkan buah hati, tetapi juga bagaimana Anda dapat mendedikasikan hidup untuk membentuk anak agar kelak bisa menjadi orang yang sukses dan hebat dalam kehidupannya. Lalu, bagaimana jika pasangan harus menjadi orangtua di usia yang masih muda.

Ketika Anda menikah di usia muda dan memutuskan untuk memiliki bayi, Anda harus memperhatikan beberapa hal seperti kondisi keuangan, emosional, dan mungkin memilih tempat penitipan anak jika Anda harus bekerja di luar rumah. Meski menjadi orangtua di usia muda, Anda harus siap mengambil peran sebagai orangtua yang baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadi orangtua di usia yang masih muda:

1. Kesiapan Mental dan Fisik

Menjadi orangtua di usia muda, pasangan harus siap menghadapi berbagai tantangan dan stres. Semua tantangan dan masalah dapat diatasi apabila ayah dan ibu tetap kompak untuk melaksanakan tanggungjawab bersama.

Apakah Anda siap kehilangan jam tidur, terutama di awal kelahiran bayi? Bangun di tengah malam untuk menyusui? Membersihkan rumah dari kekacauan setiap detiknya, dan masih banyak sederet tantangan lain yang harus dihadapi. Kehidupan seorang ibu tidaklah mudah, tetapi Anda harus siap mengambil peran ini secara mental dan fisik. Bila kondisi finansial keluarga Anda memungkinkan, jangan ragu untuk meminta bantuan baby sitter atau asisten rumah tangga yang dapat membantu Anda merawat si kecil.

2. Hanya Punya Sedikit Waktu Luang

Bila Anda dan pasangan sebelumnya bebas jalan – jalan berdua atau berkencan di akhir pekan, kini setelah buah hati Anda lahir, waktu luang mungkin akan sedikit berkurang. Menjadi orangtua adalah tanggungjawab yang tidak dapat dihindari. Anda harus menetapkan pola rutinitas jam tidur, jam makan, hingga jam bermain si kecil.

Jika Anda ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan pasangan, Anda bisa menitipikan sejenak pada saudara atau kakek-nenek agar bisa tetap menikmati waktu berkualitas dengan pasangan. Anda akan menghargai waktu luang yang Anda miliki berdua, karena hal semacam ini akan jarang dimiliki. Pada dasarnya, Anda akan mulai melepaskan “kebebasan” dan “ego” ketika Anda telah menjadi orangtua.

3. Memperhatikan Kondisi Finansial

Semua orangtua ingin yang terbaik untuk anak – anaknya. Sebisa mungkin kehidupan anak harus lebih baik ketimbang kehidupan orangtua. Anda tidak ingin anak – anak menderita di masa mendatang. Cobalah memikirkan tentang seberapa stabil kondisi keuangan keluarga Anda?

Anda harus mulai merencanakan dan menghitung anggaran bulanan yang akan dikeluarkan untuk membesarkan dan merawat bayi. Periksa harga untuk popok, pakaian, tempat penitipan anak dan makanan. Setidaknya berusahalah memberikan yang terbaik bagi buah hati. Anda tidak harus kaya, tetapi anak Anda harus dipenuhi kebutuhan dasar. Yaitu pendidikan, makanan, pakaian, dan hiburan.

4. Gaya Pengasuhan

Menjadi orangtua di usia muda, Anda mungkin terinspirasi gaya pengasuhan kakek-nenek. Setiap ayah dan ibu ingin menjadi orangtua yang sempurna. Tetapi, di usia muda Anda bisa saja membuat kesalahan. Coba ingat kembali gaya pengasuhan orangtua Anda dan bagaimana seharusnya Anda menerapkan untuk buah hati?

Apakah orangtua Anda dahulu meluangkan banyak waktu berkualitas? Bagaimana perasaan Anda di masa kanak-kanak? Setelah mendapatkan jawaban, Anda akan tahu cara membesarkan anak Anda. Ayah dan ibu setidaknya harus berada dalam gaya pengasuhan dan aturan yang sama. Jadi, anak akan tahu, mana hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

5. Hubungan Pernikahan yang Stabil

Banyak pasangan yang berpikir bahwa memiliki bayi dapat memperbaiki masalah dalam pernikahan. Kadang – kadang hal ini bisa menambah buruk masalah lho! Terlebih, di usia muda banyak ayah dan ibu yang mengambil keputusan dengan ego dan impulsif.

Jadi, pastikan hubungan pernikahan Anda stabil dan kuat sebelum memiliki bayi atau menjadi orangtua. Karena setiap anak perlu tumbuh di rumah yang sehat, di mana orangtua mereka bahagia dan saling mendukung satu sama lain.

Menjadi orang tua adalah pengalaman yang indah. Jangan terburu-buru melalui proses ini, tetapi teruslah belajar dan menikmati setiap prosesnya.

(Foto: Freepik)


Responses
Write a responses...
28 June 2019 13:38
nice
Shopping Cart