Play & Learn

All about Play & Learn


Mengajak Bayi Usia 1-3 Tahun Bermain Edukatif? Ini Kegiatan yang Bisa Dilakukan Orangtua

Bayi di masa awal perkembangannya menghabiskan lebih banyak waktu tentang mengenali benda – benda yang mereka lihat

30 June 2019 9:42

Bayi berusia 1-3 tahun umumnya sudah mulai belajar banyak hal. Termasuk berjalan, mengambil mainan kecil atau mengenali anggota keluarga. Dengan memberikan banyak aktivitas dan stimulasi seperti suara, mimik ekspresi wajah atau sentuhan, bayi akan memberikan respon balik dan bahkan memberikan senyuman termanisnya.

Bayi di masa awal perkembangannya menghabiskan lebih banyak waktu tentang mengenali benda – benda yang mereka lihat. Kadang mereka juga sangat aktif secara fisik dan belajar mengoordinasikan gerakan antara tangan, kaki dan mata. Orangtua dapat mendorong proses belajar sambil bermain si Kecil dengan beberapa aktivitas menyenangkan dan edukatif berikut ini. Coba yuk!

1. Respon suara dan gumaman bayi Anda

Menanggapi suara atau celotehan bayi Anda akan membuat bayi akan termotivasi untuk tetap memakai suara sebagai sarana mengekspresikan keinginan atau cara berkomunikasi. Dengan cara ini, bayi akan berbicara bahasa dan belajar tentang percakapan.

Mama juga bisa bermain peran dengan cara monolog di depan bayi. Sebagai contoh ibu bisa berkata,”Adik mau main apa nih? Main boneka yuk!” kemudian ibu bisa menjawab lagi,” Iya Ma, adik pengen bermain sama Teddy Bear.” Berdialog dengan cara ini akan membuat bayi mencoba memahami bagaimana bercakap atau berkomunikasi dengan orang lain.

2. Memberikan bayi mainan warna-warni

Di usia 1-3 tahun, indera sentuhan bayi sudah berkembang cukup pesat. Berikan jenis permainan dengan warna – warni serta berbagai tekstur, bentuk dan ukuran. Mainan ini seharusnya mendapatkan sertifikasi SNI atau aman untuk bayi di bawah 3 tahun.

Ukuran mainan yang disarankan adalah jenis mainan yang dapat dipegang atau dieksplorasi oleh bayi Anda. Ini adalah usia yang baik memperkenalkan bayi dengan benda-benda atau mainan yang menjuntai. Sehingga bayi akan berusaha meraih dengan kekuatan otot tangan atau kakinya. Usahakan agar menghindari merangkai mainan di tempat tidur bayi karena hal ini dapat menyebabkan risiko bayi terjerat atau hal tidak diinginkan lainnya.

3. Tepuk tangan atau melambaikan tangan

Bayi 1 – 3 tahun sudah mulai memahami makna instruksi yang sederhana. Misalnya seperti “tepuk tangan”, “kiss bye” atau melambaikan tangan saat berpisah. Bayi umumnya juga senang melakukan instruksi ini bila mendapatkan pujian atau respon yang menyenangkan.

4. Cobalah menggerakkan tangan dan kaki bayi

Selama bermain, orangtua dapat mengajak bayi untuk berolahraga sejenak. Misalnya, cobalah menyilangkan tangan atau meregangkan tangan bayi dengan lembut seperti gerakan senam sebanyak 1 – 8 kali.

Kemudian, baringkan bayi dan cobalah menggerakkan kaki bayi dengan lembut seolah sedang mengayuh sepeda. Usahakan agar mood bayi tetap senang dan tidak memaksanya. Gerakan seperti mengayuh sepeda ini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan gerakan usus yang lebih optimal.

5. Bantu bayi selama duduk

Selama waktu bermain, bayi usia 1 – 3 tahun akan mulai belajar duduk dan mengeksplorasi mainan dengan kedua tangannya. Saat posisi duduk  atau yang dikenal dengan istilah “tummy time” sebaiknya biarkan bayi menghabiskan waktu lebih sering duduk agar membantu mempertahankan leher dan bahu.

Pastikan agar Anda selalu mengawasi bayi Anda selama “tummy time” dan siap membantu jia ia lelah atau berhasil dalam posisi ini. Jangan pernah menidurkan bayi di atas perutnya. Bayi harus tidur telentang untuk mengurangi risiko kematian bayi mendadak atau lebih populer dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

6. Membuat ekspresi wajah berbeda

Untuk meningkatkan indera penglihatan bayi, buatlah permainan dengan ekspresi wajah yang berbeda – beda. Bayi Anda akan memperhatikan wajah Anda dan mendengarkan suara Anda. Buatlah wajah tersenyum, melotot, cemberut dan merespon gumaman bayi. Sebagian besar bayi bisa tertawa gembira melihat perubahan ekspresi wajah orangtua dalam permainan ini.

Nah, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh – kembang pancaindera bayi usia 1-3 tahun dengan permainan. Apabila ada masalah tentang stimulasi bayi Anda, bicarakan segera dengan dokter anak untuk penanganan terbaik.


Responses
Write a responses...
Shopping Cart