Sex & Marriage

All about Sex & Marriage


Hindari Perceraian! Studi Harvard Mengatakan Hal Ini Bisa Menghancurkan Pernikahan Anda

Mempertahankan hubungan pernikahan yang langgeng dan sehat adalah tantangan terbesar yang dihadapi setiap pasangan

3 July 2019 11:20

Mempertahankan hubungan pernikahan yang langgeng dan sehat adalah tantangan terbesar yang dihadapi setiap pasangan. Ada begitu banyak hal yang mempengaruhi status hubungan. Jadi, ketika semua di luar kendali, perceraian akan menjadi salah satu solusi yang ditempuh.

Sekalipun perceraian sudah lumrah di masyarakat, namun setiap orang tentu berusaha menghindarinya. Entah dengan cara menikah di usia yang tepat, menemukan pasangan yang sepadan, hingga menunda pernikahan sampai memiliki finansial yang kuat. Sebenarnya, faktor apa saja yang bisa menyebabkan perceraian? Berikut pemaparannya menurut para pakar.

1.    Status pekerjaan suami

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Sociological Review, faktor terbesar yang memicu perceraian adalah status pekerjaan suami. Peneliti Harvard yang bernama Alexandra Killewald melaporkan data statistik dan menemukan bukti bahwa pria yang tidak memiliki pekerjaan atau lama menganggur memiliki peluang yang tinggi bercerai, dibandingkan pria lain yang memiliki karir stabil.

Banyak pasangan yang bertengkar karena faktor ekonomi dan uang menjadi faktor utama dalam proses perceraian.

2.    Suami lama menganggur atau tidak bekerja

Penelitian ini melihat data pada 1970-an, ditemukan bahwa pria yang bekerja paruh waktu atau tidak bekerja penuh waktu, ada peluang 3,3% akan bercerai setelah beberapa tahun kemudian. Penelitian melibatkan sekitar 6.300 pasangan.

Pada sekitar tahun 1975, suami yang tidak bekerja penuh waktu dikaitkan dengan risiko perceraian yang sangat tinggi. Sementara, di era ini sudah banyak wanita karir atau ibu yang bekerja, tetapi ekspektasi para ibu rumah tangga tetap menganggap suami adalah pencari nafkah.

3.    Keuangan dan pernikahan

Studi lain pada 2011 dari para peneliti John Dakin dari Texas Tech dan Jeffrey Dew dari Utah State University menunjukkan ada kaitan antara keuangan dan status perceraian.

Menurut penelitian itu, pasangan yang bertengkar tentang uang sekali seminggu atau lebih cenderung 30% lebih besar untuk bercerai daripada pasangan yang berdebat sekali sebulan.

Masalahnya sangat jelas, ada kaitan antara kondisi keuangan dengan status pekerjaan. Sulit merasa aman secara finansial jika suami tidak bekerja. Perselisihan tentang uang ini bisa menyebabkan masalah dalam pernikahan.

4.    Cara Menghindari Perceraian

Masalah ekonomi atau keuangan memang sangat sensitif. Di tengah beban keuangan keluarga yang selalu meningkat setiap bulan, suami tidak bekerja atau tidak memiliki penghasilan tetap menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

Akan tetapi, dari beberapa kasus, masih banyak pernikahan yang bisa langgeng dan bahagia dengan pembagian tugas dalam rumah tangga. Tidak sedikit pasangan yang menunjuk peran sebagai ayah rumah tangga atau ayah yang bertugas mengurus anak dan rumah tangga, sedangkan istri bekerja atau mencari nafkah.

 Masalah apa pun dapat diatasi dengan adanya komunikasi dan bekerja sama antara suami – istri demi mencapai tujuan keluarga yang bahagia. Tergantung pada setiap pasangan, apakah ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah dibina atau menghancurkannya?


Responses
Write a responses...
Shopping Cart