Play & Learn

All about Play & Learn


Hemat Pangkal Kaya, Yuk Melatih Anak Mengelola Uang Secara Tepat Sejak Dini

Tak perlu diragukan lagi, sudah pasti skill manajemen keuangan ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak – anak.

15 July 2019 9:00

Melatih atau mengajari anak – anak cara mengelola uang sejak dini jangan disepelekan. Sekalipun tampaknya anak – anak masih belum mengerti, namun hal ini akan berdampak pada kehidupan mereka kelak dewasa.

Manajemen finansial yang tepat akan menghindari beban ekonomi atau terlilit hutang. Selain itu, anak juga dapat menata hidup dengan penghasilan dan pengeluaran yang tepat. Tak perlu diragukan lagi, sudah pasti skill manajemen keuangan ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak – anak ketika terjun di tengah masyarakat. Yuk, simak tips – tipsnya berikut..

1. Menabung meski sedikit

Biasakan sejak dini agar anak gemar menabung. Kebiasaan konsumtif atau suka menghambur – hamburkan uang untuk barang yang tidak perlu dapat merusak kondisi finansial keluarga. Anda harus membuat anak memahami nilai uang dan menghargai setiap rupiahnya.

Ajari anak untuk menyimpan uang untuk kondisi darurat. Setidaknya, dari setiap pemasukan atau uang penghasilan, kita harus menyisihkan sekitar 30% uang untuk ditabung. Anda bahkan bisa membuka rekening tabungan di bank khusus untuk si junior atau buah hati.

2. Bermain kasir

Saat ini di pasaran dapat dijumpai jenis permainan yang mengasah keterampilan anak dalam berniaga atau berdagang. Contohnya seperti permainan kasir supermarket. Anak – anak bisa membeli barang yang diinginkan, kemudian menekan tombol – tombol yang ada di mesin kasir mainan untuk membayar.

Permainan ini dapat memperkenalkan anak pada jenis mata uang dan menunjukkan nilai barang yang dapat ditukar dengan uang sebagai alat pembayaran.

3. Jujur

Tidak semua keinginan anak harus dituruti atau diwujudkan, terutama ketika membeli sesuatu. Berikan alasan yang nyata dan masuk akal mengapa Anda menolak atau tidak bisa membelikannya mainan/ barang baru.

Jelaskan pada anak bahwa mereka bisa membeli setelah menabung atau membantu pekerjaan ibu di rumah. Dorong anak agar bisa melakukan pekerjaan sederhana dengan imbalan hadiah agar termotivasi. Jika barang itu sudah terbeli, minta anak untuk menjaga dan merawat dengan baik karena mereka sudah bersusah payah untuk membelinya.

4. Kartu ATM

Selain uang, Anda juga perlu mengenalkan anak pada kartu ATM atau kartu kredit. Kadang – kadang, anak kecil masih sulit memahami bagaimana kartu kecil yang terbuat dari plastik bisa memiliki nilai yang sama dengan rupiah setelah dibayarkan ke kasir.

Sebaiknya, perkenalkan anak dengan kartu ATM atau kartu pembayaran ini setelah berusia lebih dari 10 tahun agar lebih mudah memberi penjelasan.

5. Profesi yang Layak

Anak – anak cenderung menganggap bahwa uang mereka berasal dari dompet ibu. Mereka tidak memahami dari mana asal uang. Yang anak tahu, ayah mereka bekerja dan mereka bisa mendapatkan barang – barang yang bagus tanpa tahu dari mana uang itu berasal.

Peran orangtua perlu menjelaskan bagaimana pekerjaan atau profesi yang layak dapat memberi uang atau keuntungan lain. Ajak anak untuk rajin bekerja membantu ibu di rumah dan mandiri atau melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Misalnya, membantu mencuci piring, menyapu halaman rumah, mencuci pakaian, dan sebagainya. Hadiahi anak ketika mereka mampu dan bisa menyelesaikan tugas yang berat.

Hal ini akan memberikan pemahaman dasar pada anak bahwa bekerja lebih baik ketimbang hanya duduk tanpa melakukan apa pun. Sehingga anak dapat menghargai nilai uang lebih baik daripada sebelumnya.

 


Responses
Write a responses...
Redeem Cart