Babies & Toddler

All about Babies & Toddler


Anak Keras Kepala dan Tidak Mau Menurut? Begini Cara Paling Efektif Menanganinya

Karena kesalahan orangtua, anak – anak bisa tumbuh menjadi karakter keras kepala

29 June 2019 8:00

Menangani anak atau balita yang sedang tumbuh bisa sangat rumit dan merepotkan bagi orangtua. Terlebih lagi, jika anak keras kepala dan tidak mau menurut. Sebenarnya, tidak ada anak yang keras kepala, namun yang ada hanyalah orangtua yang tidak memahami perilaku anak kita. Setiap anak itu unik. Mereka memiliki sikap, pemikiran, emosi dan ekspresi yang berbeda.

Karena kesalahan orangtua, anak – anak bisa tumbuh menjadi karakter keras kepala. Terutama, bagi anak yang sering dititipkan ke Daycare. Mereka lebih sedikit waktu dengan orangtua dan terkadang kurang perhatian. Penting bagi orangtua menangani perilaku anak keras kepala agar tidak menjadi sifat permanen. Baca terus tips paling efektif untuk menangani balita keras kepala dan tidak mau menurut orangtua, berikut ini yuk..

1. Berpikirlah Sebelum Berkata

Bahasa dan intonasi orangtua sangat berarti dalam kehidupan seorang anak. Tidak jarang, anak akan meniru gaya dan intonasi orangtua dalam perkataan sehari – hari. Terkadang orangtua mudah kehilangan kesabaran saat menghadapi anak yang keras kepala. Tetapi, bukan berarti Anda boleh berbahasa kasar atau berteriak.

Anak – anak dapat mengidentifikasi mana perkataan yang lembut dan mana yang buruk, uniknya mereka juga akan membalas Anda dengan intonasi yang sama. Karena itu, orangtua harus selalu berpikir sebelum berkata dan gunakan kata – kata yang baik, penuh cinta dan respek.

2. Kendalikan Amarah Anda

Orangtua yang memiliki anak berkarakter keras kepala harus tetap tenang dan tegas  saat berbicara. Amarah hanya akan merusak semua usaha dalam hitungan detik. Untuk menangani anak atau balita yang keras kepala, Anda harus berempati dan mencoba menempatkan diri dalam posisi sebagai anak. Tentunya, tidak ada orang yang senang dimarahi atau diteriaki, kan? Jadi, cobalah mengendalikan amarah dan menenangkan diri Anda dahulu sebelum berkomunikasi dengan anak.

3. Alihkan Perhatian

Ketika anak keras kepala mulai bereaksi pada situasi yang membuat mereka marah, orangtua jangan ikut – ikutan marah dan kehilangan kendali. Setiap kali Anda melihat anak kehilangan mood-nya, cobalah mengalihkan perhatian mereka dengan berbicara topik berbeda atau mengajak mereka terlibat dengan pekerjaan atau tugas di rumah.

Berikan mereka cinta dan kasih sayang. Yang terpenting, berikan mereka perhatian ekstra agar mereka merasa sebagai anak istimewa dalam keluarga.

4. Perbanyak Senyum dan Bersikap Positif

Faktor senyuman benar – benar bisa berfungsi. Terutama, ketika Anda memiliki anak yang keras kepala. Mulailah memperlakukan mereka dengan spesial. Ibu dan ayah yang murah senyum serta memberikan banyak cinta akan menyelesaikan masalah apapun pada anak – anak.

Anak – anak yang keras kepala sebenarnya sangat “lapar” dengan perhatian dan cinta orangtuanya. Hanya saja, mereka tidak ingin menunjukkan secara langsung dan menyembunyikan perasaan di balik sifat keras kepala mereka. Sebenarnya, perilaku keras kepala akan dijadikan anak sebagai “senjata” yang bisa mereka gunakan kapan pun ketika mereka merasa tidak nyaman.

Cobalah lebih banyak tersenyum, terutama bagi para ayah yang kadang gampang tersulut emosi ketika lelah.

5. Jadilah Teman Baik Anak

Kesenjangan komunikasi bisa menjadi faktor penyebab dibalik perilaku keras kepala anak. Orangtua harus selalu berkomunikasi dengan anak – anaknya. Misalnya, Anda menunjukkan perhatian dan merespon setiap anak mengajak berbicara.

Bicaralah dengan anak Anda tentang kegiatan dan hal – hal favorit mereka. Bermain bersama, menonton TV, membacakan buku cerita sebelum tidur, dll. Dengan menjadi teman baik bagi anak Anda, akan lebih mudah membuat mereka menurut dan mengajak berkomunikasi.

***

Menangani balita atau anak yang keras kepala dapat dimulai dari suasana positif dalam keluarga. Setiap anak memiliki sifat yang berbeda – beda. Misalnya, ada anak yang emosional, anak yang agresif, hingga anak yang keras kepala.

Apa pun sifat anak, orangtua yang dapat bersikap positif di rumah akan lebih mudah menangani sifat keras kepala anak agar lebih penurut.


Responses
Write a responses...
Shopping Cart