Big Kid & Teen

All about Big Kid & Teen


5 Tips Pola Asuh Ramah Lingkungan. Cocok Tidak Bagi Anda?

Bagaimana memulai pengasuhan yang sadar lingkungan?

25 September 2019 11:00

Menjalani pola hidup organik tidak hanya fokus pada makanan tapi juga memperhatikan keselamatan lingkungan. Namun, keselarasan dengan alam sepertinya menjadi tugas berat bagi orang tua yang memiliki bayi atau anak kecil. Ya, jumlah kebutuhan anak-anak memang terbilang banyak, dan sebagian besar barang-barang tersebut akan terbuang atau hanya digunakan dalam waktu singkat sebelum mereka tumbuh atau kehilangan minat. 

Meski sulit menjadi ramah lingkungan ketika membesarkan anak-anak, tapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memulainya. Langsung cek, yuk!

1. Menggunakan popok reusable

Bayi menggunakan popok lima hingga enam kali dalam sehari. Dapat dibayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan bila menggunakan popok sekali pakai dan lebih parah lagi limbah popok sekali pakai butuh waktu ratusan tahun untuk terurai.

Dengan memilih popok reusable, Anda tidak hanya menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi limbah tapi juga menghemat uang belanja karena popok reusabe dapat digunakan kembali oleh lebih dari satu anak.

Saat ini tersedia beragam jenis popok reuable di pasaran yang dapat Anda pilih sesuai kecocokan minat. Tapi bila Anda merasa popok jenis ini tidak untuk Anda maka popok yang dapat terbiodegradasi dapat menjadi alternatif yang menarik.

2. Coba lap yang dapat dipakai kembali

Selain popok, tisu merupakan kebutuhan utama dan penghasil sampah terbesar dalam pengasuhan anak. Anda dapat membuang ratusan tisu basah dalam sehari baik untuk membasuh muka maupun telapak tangan yang kotor.

Mengapa tidak mencoba lap yang dapat digunakan kembali? Selain mengurangi sampah, menggunakan lap reusable dapat mengurangi paparan zat kimia pada bayi karena biasanya lap terbuat dari bahan yang aman. Anda juga tidak perlu sering membeli tisu karena lap kotor dapat langsung Anda masukkan ke dalam mesin cuci bersama barang reusable lain seperti popok dan setelah bersih dapat digunakan kembali .

3. Mencuci yang ramah lingkungan

Menjadi orang tua alami bagi anak-anak tidak hanya dapat Anda lakukan dengan mengurangi sampah. Tetapi Anda juga dapat mengurangi limbah sabun berbahan kimia dengan menggunakan deterjen yang ramah lingkungan. Kepedulian dengan lingkungan dapat Anda tingkatkan dengan membeli deterjen isi ulang sehingga mengurangi sampah plastik.

Tak hanya itu, Anda juga dapat mengupayakan penghematan energi dengan mencuci saat beban penuh saja dan tidak mengunakan mesin pengering untuk menjaga suhu tetap rendah dan memebiarkan pakaian kering secara alami.

4. Lebih banyak berjalan

Dengan banyaknya aktivitas dan tempat yang harus dikunjungi, menggunakan kendaraan pribadi seringkali dianggap lebih praktis sehingga mendorong banyak orang tua lebih konsumtif untuk menambah jumlah kendaraan. Akibatnya mudah ditebak. Tidak hanya kemacetan, kualitas udara  pun berangsur memburuk karena polusi serta banyak terjadi pemborosan energi.

Untuk menghindari dampak lingkungan yang lebih buruk, mulailah dari sekarang untuk mengurangi kebiasaan mengemudi dan beralih ke moda transportasi umum. Bila tujuan tidak terlalu jauh, Anda dapat menempuhnya dengan berjalan kaki. Sesekali mengajak anak-anak berolahraga baik untuk kesehatan mereka dan akan menambah kedekatan Anda dengan mereka.

5. Jadilah kreatif

Anda mungkin sering tergoda untuk membelikan anak mainan plastik yang murah untuk membuat mereka senang. Namun, bila tahu bahaya yang mengancam jiwa anak dibalik mainan warna-warni murah meriah tersebut semua orang tua pasti serta merta menghindarinya.

Keinginan anak untuk terus mencoba hal-hal baru dapat Anda penuhi dengan menjadi orang tua yang kreatif. Ajak anak-anak keluar rumah untuk mengeksplorasi alam, mengunjungi situs-situs bersejarah di kota atau tetap tinggal di rumah dan membuat karya seni dari sampah daur ulang. Ada banyak hal yang dapat Anda ubah menjadi mainan yang kreatif untuk anak-anak. Ingat, pilihan tak terbatas ada di sekitar Anda. 

Tidak semua orang tua merasa nyaman degan pola asuh ramah lingkungan. Tapi kondisi lingkungan yang kian merosot menuntut untuk segera diselamatkan demi kelangsungan hidup anak cucu kita.

Bagaimana dengan Anda? Apakah pola asuh ramah lingkungan menjadi pilihan Anda?


Responses
Write a responses...
Redeem Cart