Big Kid & Teen

All about Big Kid & Teen


10 Tips Menghentikan Cyberbullying pada Anak

Ya, anak-anak bisa saja menjadi korban 'cyberbullying'

17 September 2019 8:00

Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak kini tidak hanya mahir menggunakan teknologi tapi juga terampil mengakses internet. Dengan ponsel dalam genggaman, anak-anak pun menjadi lebih aktif bersosial media tanpa menyadari bahaya yang mengancam.

Ya, anak-anak bisa saja menjadi korban 'cyberbullying.' Ejekan, hinaan atau segala bentuk kekerasan yang dialami anak melalui internet dapat membuat anak malu, sedih, merasa tertekan, bahkan menarik diri dari lingkungannya karena tidak memiliki rasa percaya diri.

Sayangnya, orangtua sulit untuk mendeteksi dengan cepat adanya cyberbullying karena masalah ini terkadang tidak nampak. Anak-anak pun terkadang enggan menceritakan pengalaman buruknya kepada orangtua karena takut akan mendapatkan masalah yang lebih besar.

Berikut beberapa tips praktis untuk membantu orangtua mencegah atau menghentikan cyberbullying pada anak-anak.

  1. Membiasakan anak akrab dengan perangkat teknologi canggih memang tidak dilarang. Tetapi alangkah baiknya bila dilakukan dalam pengawasan orangtua. Letakkan komputer atau laptop di area umum di rumah dan jangan pernah membiarkan anak untuk membawanya ke kamar tidur mereka. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengontrol penggunaan internet anak.
  2. Anak-anak dan remaja masa kini sangat menggemari sosial media. Untuk itulah, perlu bagi orangtua untuk mempelajari cara kerja berbagai situs jejaring sosial, seperti Instagram, Facebook, Snapchat, Twitter dan lainnya. Tanyakan kepada anak-anak apakah mereka bersedia untuk menunjukkan kepada Anda halaman profil mereka.  
  3. Luangkan lebih banyak waktu untuk berdiskusi dengan anak-anak, terutama terkait masalah kejahatan online yang sering terjadi belakangan ini. Bila ada sesuatu yang tidak pantas, mengecewakan atau berbahaya menimpa mereka, yakinkan mereka bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukung mereka kapanpun mereka membutuhkan.
  4. Bangun kepercayaan dengan anak-anak Anda. Tetapkan batas waktu penggunaan internet pada anak dan jelaskan alasan mengapa Anda melakukannya. Diskusikan juga beberapa aturan untuk penggunaan internet yang aman. Sangat penting untuk memberikan suara kepada anak-anak dalam menetapkan aturan karena mereka akan cenderung lebih menaati aturan bila merasa terlibat.
  5. Berikan pengertian kepada anak-anak untuk tidak membalas atau menanggapi ancaman dan komentar cyberbullying apa pun secara online, serta tidak menghapus jejak kekerasan tersebut. Sebagai gantinya, ajarkan anak untuk mencatat atau mencetak semua pesan yang mengindikasikan kekerasan, baik itu alamat email dan nama akun sosial media. Anda akan membutuhkan bukti-bukti untuk memverifikasi adanya cyberbullying.
  6. Saat anak datang kepada Anda sebagai korban cyberbullying, jangan menunjukkan reaksi berlebihan dengan menyalahkan anak. Jika mereka merasa diganggu, pahami perasaan anak dan jadilah pendukung mereka. Gali informasi seberapa lama perundungan telah terjadi dan pastikan Anda akan bekerjasama untuk menemukan solusi. Biarkan anak-anak tahu bahwa mereka tidak bisa disalahkan karena ditindas.
  7. Tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan saat anak mengalami cyberbullying tidak berarti Anda membiarkan peristiwa tersebut untuk diabaikan dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri. Ketahuilah bahwa rasa sakit emosional yang dialami anak karena penindasan sangatlah nyata dan memiliki efek jangka panjang. Jangan sekali-kali mencandai anak tentang hal itu atau menganggap hal tersebut wajar dialami oleh anak-anak.
  8. Ketika anak-anak berani datang kepada Anda untuk menceritakan penindasan yang dialami, maka hargai kejujuran mereka. Jangan malah mengancam akan menyita ponsel atau komputer anak karena mereka akan menjadi lebih tertutup. Jika hal anak menyembunyikan masalahnya dari Anda, bagaimana Anda dapat membantu mereka?
  9. Anda bisa melibatkan pihak sekolah dalam menghadapi cyberbullying. Caranya, berbicaralah pada guru BP dan mintalah mereka untuk membantu Anda mengawasi anak-anak pada jam-jam sekolah. Kerjasama yang baik antara orangtua dan sekolah akan mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya cyberbullying.
  10. Apabila ancaman kekerasan fisik atau intimidasi terus meningkat dan tidak dapat diselesaikan dengan damai maka tidak ada salahnya bila Anda melibatkan penegak hukum untuk penanganan lebih lanjut. 

Yuk, Mom lebih bijaksana lagi dalam mengawasi anak bersosial media. Jangan sampai anak-anak menjadi korban atau bahkan pelaku cyberbullying.


Responses
Write a responses...
Redeem Cart