Connect with us

Mamapedia

Tongue Tie Membuat Bayiku Kesulitan Menyusui

Baby

Tongue Tie Membuat Bayiku Kesulitan Menyusui

Mulanya, saya tidak tahu apa itu Tounge Tie dan efeknya. Tapi, yang jelas, ini membuat bayi saya kesulitan untuk menyusui.

Bayi saya adalah bayi yang memiliki Tounge Tie. Mulanya, saya tidak tahu apa itu Tounge Tie dan efeknya. Tapi, yang jelas, ini membuat bayi saya kesulitan untuk menyusui.

Tongue-tie (ankyloglossia) adalah kelainan kongenital di mana lidah tidak leluasa bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek. Frenulum lidah adalah jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut. Kondisi ini terjadi pada 4-11% bayi yang baru lahir, dan lebih umum menimpa bayi laki-laki dibanding bayi perempuan.

Sumber: Alodokter

Mulanya, saya tidak tahu kenapa bayi saya selalu lapar padahal saya selalu memberikan ASI sesuai anjuran dokter anak di rumah sakit tempat saya melahirkan. Beliau menyarankan untuk memberikan ASI setiap 2 jam sekali. Meski sudah sesuai jadwal dan dengan durasi menyusui yang cukup lama, bayi saya selalu saja meminta ASI.

Singkat cerita, tetangga saya yang seorang bidan bersilaturahmi ke rumah saat perayaan Idul Fitri. “Halal bihalal sekalian jenguk dedek bayi” tuturnya. Saya pikir, kenapa tidak sekalian tanya ke Bu Bidan tentang keluhan anak saya?

Wah, menurut pengamatan nya anak saya punya tounge tie di lidahnya. Menurut dia, Tounge Tie itu memang jadi salah satu biang kerok anak sulit menyusui. Kenapa? Karena membuat lidah jadi pendek. Jadi, lidah bayi sulit bergerak. Tetangga saya pun menyarankan untuk periksa ke rumah sakit khusus ibu dan anak di bilangan Kemang, Jakarta Selatan karena disana ada tim khusus yang menangani laktasi.

Setelah berembuk dengan suami, akhirnya kami mendapatkan tanggal untuk memeriksa si bayi ke rumah sakit tersebut. Kami sepakat akan memeriksakan anak kami, Laila, ke dokter laktasi tepat berumur 2 bulan. Di rumah sakit, dokter yang memeriksa anak saya pun membenarkan diagnosa awal tetangga saya. Ada Tounge Tie di lidah dan Lip Tie di bibir bagian atas anak saya.

Menurut DSA saya; Bayi yang memiliki Tounge Tie akan kesulitan dalam menjulurkan lidahnya melewati batas gusi rahang bawah, sehingga ia tidak bisa membentuk ruangan vakum yang dibutuhkan saat menyusu. Bayi harus menggunakan rahang bawahnya untuk mempertahankan payudara tetap dalam mulutnya dan ini terkadang membuat Ibu merasakan nyeri saat menyusui.

Biasanya, bayi yang mengidap Tongue Tie ketika menyusu akan berbunyi seperti mengecap. ASI juga akan banyak yang keluar dari mulut bayi dikarenakan mulut bayi tidak dapat melekat sepenuhnya pada payudara, hal ini menyebabkan bayi selalu lapar padahal durasi menyusui cukup lama. Persis seperti yang dialami anak saya.

“Jika dibiarkan berat badan bayi akan sulit naik, bahkan nantinya akan terjadi gangguan dalam makan, perkembangan bicara dan kondisi mulut yang tidak higienis”

Dokter pun menginformasikan kepada kami, untuk menyembuhkan Tounge Tie beliau harus melalui tindakan pemotongan atau bedah kecil frenulum. Tindakan bedah kecil ini disebut frenotomy. Nah, saat itu, dokter menyarankan untuk segera ditindak agar tidak mengganggu berat badan si bayi. Sebab, menurut dokter, Tounge Tie dan Lip Tie pada bayi saya sudah mengganggu proses menyusui.

Saya sempat ragu saat itu. Tapi dokter meyakinkan operasi kecil ini akan berlangsung tidak sampai lima menit, aman dan efektif, sehingga tidak bersifat traumatis bagi bayi. Bahkan, kata dokter, rasanya tidak sesakit saat bayi ditindik kupingnya.

Saya dan suami pun mengiyakan. Benar saja. Tindakan frenotomy sangat cepat. Bayi saya memang menangis karena kesakitan, tapi tidak sekeras dan lama seperti saat telinganya ditindik. Bahkan bayi saya langsung terdiam setelah dokter meminta saya untuk langsung menyusui.Setelah tindakan, dokter mengajarkan senam lidah yang harus dilakukan 5 kali sehari. Dokter meminta saya untuk kontrol ulang seminggu kemudian. Setelah seminggu, memang keputusan untuk frenotomy Tounge Tie saya kira tepat. Proses menyusu tidak lagi sulit, hingga sekarang.

Anak saya, Laila, sekarang sudah berumur 4 bulan. Berat badannya kini 5,6 kilogram, sesuai dengan indeks berat badan ideal bayi umur tersebut. Memang, menyusunya banyak sekali setelah dilakukan tindakan frenetomy. Bahkan, ketika saya sudah kerja sekalipun. Dalam sehari, menurut perawatnya, bisa habis 500 mililiter asi perah, dari pukul 08.00 sampai 19.00.

Toung Tie memang biang kerok dalam proses menyusui kalau tak segera ditangani. Semua jadi serba salah. Jadi, lebih baik segera konsultasikan ke dokter laktasi terdekat.

Continue Reading
You may also like...

Perempuan berusia 25 tahun, sedang mencoba berbagi pengalaman menakjubkan menjadi mama baru. Lulus dari jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM. Sebentar lagi ia akan meninggalkan karirnya sebagai seorang konsultan pendidikan di UK. Daniek memilih untuk fokus dengan keluarga, sebab ia tahu waktu tidak akan pernah berulang dan ini adalah masa terbaik bersama bayi perempuannya.

2 Comments

2 Comments

  1. Corry Anastasia

    24th September 2018 at 7:04 PM

    Wuahhh… Makasih tandaniek, nambah pengetahuan nihh buat aku yg baru mau jd calon ibu ❤

  2. pipit

    25th September 2018 at 9:13 AM

    Wihh danik hebatttt….terharu dan sangat terkesan bacanya…sangat informatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Baby

Trending

To Top