Connect with us

Mamapedia

Pentingnya Bahasa Tubuh Dalam Berkomunikasi Dengan Anak

Freepik: Mother-duplicating-moves-of-girl_1455581.htm

Baby

Pentingnya Bahasa Tubuh Dalam Berkomunikasi Dengan Anak

dengan memperhatikan bahasa tubuh si Kecil, sesungguhnya ia bicara lebih jujur dan lebih keras dari kata-kata yang terlontar.

Sejak si Kecil lahir, seringkali kita berbicara dengannya dan si Kecil akan menggerakkan tubuhnya sebagai bentuk komunikasi dengan Mama dan Papa. Si Kecil akan mengembangkan kemampuan pemahaman dan berbicara seiring pertumbuhannya, namun terkadang ada beberapa hal yang lebih ditunjukkan dengan bahasa tubuhnya.

Bahasa tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal dengan memperhatikan gerakan tubuh yang meliputi ekspresi wajah, kontak mata, isyarat dan sikap tubuh (kepala, tangan, badan, kaki). Bahasa tubuh ini bisa digunakan untuk menggantikan kata-kata yang ingin diucapkan, misalnya menggelengkan kepala untuk mengatakan “tidak”. Bagi si Kecil bahasa tubuh sering digunakan sebagi penenakan dalam berbicara. Misalnya si Kecil akan menutup rapat mulutnya ketika ia tidak tidak menyukai makanan yang disuguhkan.

Seorang Profesor Psikologi dari UCLA Amerika Serikat bernama Albert Mehrabian melakukan penelitian berkaitan dengan komunikasi bahasa tubuh. Ia menyimpulkan bahwa orang-orang cenderung lebih percaya terhadap apa yang ditampilkan seseorang melalui gerak-gerik tubuhnya.

Dr. Albert Mehrabian’s , 7-38-55% rule.

Hasil penelitian menyebutkan, apa yang diucapkan hanya memegang kendali sebanyak 7%. Intonasi suara diwakili dengan prosentase 38%. Sedangkan bahasa tubuh yang sering terabaikan menduduki peringkat utama sebesar 55%.

Terkadang sebagai orang tua,  merasa apa yang terucap sudah cukup sebagai ungkapan perasaan si Kecil. Pada kenyataannya, dibutuhkan komunikasi yang efektif untuk mengetahui isi hati dan pikiran si Kecil.  Mama dengan memperhatikan bahasa tubuh si Kecil, sesungguhnya ia bicara lebih jujur dan lebih keras dari kata-kata yang terlontar. Dengan komunikasi efektifakan lebih mudah mendalami potensi anak, memahami kekurangan dan kelebihannya serta menganalisa respon yang tepat untuknya.

Membangun komunikasi efektif dengan si Kecil tidaklah sulit, Mama bisa mencoba cara berikut ini.

  • Memberikan perhatian penuh ketika si Kecil berbicara.
  • Dengarkan dengan seksama dan perhatikan bahasa tubuhnya.
  • Sesuaikan kecepatan dan volume saat berbicara dengannya.
  • Usahakan pada posisi yang sejajar saat berbicara. Misalnya berjongkok, mengendong atau memangku.
  • Ketika meminta tolong selalu lakukan kontak mata dan berada dalam ruangan yang sama.
  • Gunakan kata dan gestur yang sepadan sehingga dapat memberikan pesan yang tepat bagi si Kecil.

 

Menyembunyikan sesuatu terkadang lebih mudah, namun gestur tubuh tidaklah dapat berbohong. Gestur tubuh merupakan gerakan alami yang tidak terkadang tidak sadari. Dengan memperhatikan dalam menerapkan komunikasi efektif, Mama pun belajar memahami diri si Kecil selapis demi selapis lebih dalam. Bahasa tubuh si Kecil akan membantu Mama untuk menilai tingkat kenyamanan dalam berkomunikasi dengan lawan bicara. Tingkat kenyamanan ini bisa dijadikan ukuran bagaimana kondisi psikologis si Kecil, serta mampu memberikan respon  danfeedback yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Beberapa manfaat akan Mama rasakan dengan melakukan komunikasi efektif pada si Kecil berikut ini.

  1. Mendeteksi kebohongan.
  2. Mampu mengendalikan situasi.
  3. Membaca pikiran dan emosi.
  4. Memberikan pengharagaan dan hukuman sederhana.
  5. Menjadi pembicara yang baik.
  6. Menghindari kesalahpahamaan.
  7. Memperkuat pengaruh komunikasi.
  8. Mengenali tanda kebosanan.
  9. Membangun kedekatan dengan si Kecil.
  10. Memahami apa yang tidak mampu dikatakan oleh si Kecil.

Mama yang berusaha dengan tulus dalam memahami bahasa tubuh si Kecil, maka hal serupa pun akan dilakukannya dalam menanggapi dan membalas. Dan jangan kaget bila ternyata si Kecil mampu memahami kedalaman hati Mama di kemuadi hari.

 

 

Sumber

www.instagram.com/mamapedia.id

http://pelatihanparenting.com/memahami-bahasa-tubuh-anak/

Memulai kariernya sebagai make up artist, setelah lulus dari UNPAR pada 2011. Menunda mengejar karier sebagai make up artist sejak hamil dan menjadi full time mom. Menjadi ibu, tidaklah mudah baginya. Keraguan dan banyak pertanyaan dalam dirinya dalam merawat Charlotte. Mencoba berbagi, dengan menulis pengalaman pada akun sosial pribadi, dan berharap dapat membantu orang lain yang sedang bertransisi sebagai ibu baru. Saat ini menulis mengenai parenting dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu hobinya diantara aktivitas dalam merawat Charlotte.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Baby

To Top