Connect with us

Mamapedia

Fakta Mengenai Kontrasepsi dan Reproduksi Wanita di Indonesia

Sex & Marriage

Fakta Mengenai Kontrasepsi dan Reproduksi Wanita di Indonesia

Designed by Freepik

Fakta Mengenai Kontrasepsi dan Reproduksi Wanita di Indonesia

Ternyata ada beberapa fakta menarik mengenai penggunaan alat dan metode kontrasepsi di Indonesia beserta beberapa fakta tentang reproduksi wanita.

Dalam perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2018 yang diselenggarakan oleh DKT Indonesia, terdapat beberapa fakta menarik mengenai penggunaan alat dan metode kontrasepsi di Indonesia beserta beberapa fakta tentang reproduksi wanita. Fakta-fakta ini diungkapkan oleh Aditya A. Putra, Strategic Planning Manager DKT Indonesia di acara yang diadakan pada Selasa (25/9) di Kembang Goela, Sudirman

  1. 500rb perempuan remaja Indonesia hamil setiap tahun
  2. 10% remaja perempuan usia 15-19 tahun sedang melahirkan/mengandung
  3. 1 dari 9 anak di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun setiap jam!
  4. Hanya 52,4% anak muda Indonesia memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi secara menyeluruh
  5. Hanya 18% anak muda indonesia yang tahu tentang masa subur dan umur sebaiknya menikah dan melahirkan.

Melihat fakta diatas, DKT Indonesia menggelar acara untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan mendukung segala sesuatu untuk #TerencanaSejakMuda. Dalam acara tersebut, ada juga beberapa fakta yang kami dapatkan mengenai penggunaan kontrasepsi saat ini:

Penggunaan alat kontrasepsi tertinggi di Indonesia adalah usia 15 hingga 34 tahun
Berdasarkan data dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) 2017 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, pengguna alat kontrasepsi terbesar di Indonesia datang dari kelompok umur 15 hingga 34 tahun, yaitu sebesar 58,28 persen.

Penurunan Penggunaan Kontrasepsi Modern di Indonesia

Data dari SDKI 2017 juga menunjukkan bahwa adanya penurunan penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia. Alat kontrasepsi modern merujuk pada penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom, pil KB, implan, IUD, dan sebagainya sedangkan kontrasepsi traditional merupakan metode yang tidak menggunakan bantuan alat atau obat, Pengguna kontrasepsi modern disebutkan turun sebanyak 1 persen. Penurunan terbesar terjadi pada segmen usia 15 hingga 24 tahun, yaitu sebesar 4 persen.
Sebaliknya, pengguna metode kontrasepsi tradisional justru meningkat sebesar 2 persen.
Suntik adalah Metode Kontrasepsi Paling Populer
Metode kontrasepsi yang paling populer di Indonesia ternyata  adalah metode suntik, dengan prevalensinya mencapai 73 persen. Diikuti dengan metode lain juga yang populer yakni pil, implan, dan IUD. “Namun ini yang terlaporkan. Kalau suntik itu dilakukan di bidan sehingga ada laporan jelas nya. Sementara pil tidak bisa terhitung prevalensi nya dengan jelas karena ada yang membeli sendiri, sehingga mungkin saja ada yang tidak terlaporkan,” kata drg. Widyono, M.Kes dari BKKBN. Untuk Kondom sendiri ternyata merupakan metode yang kurang diminati terutama bagi pasangan yang sudah menikah dengan alasan biasanya istri yang menentukan dan memakaikan alat kontrasepsi yang digunakan , bukan suami.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sex & Marriage

To Top