Connect with us

Mamapedia

How I Found My True Happiness As a Mother

Mama's Story

How I Found My True Happiness As a Mother

Saya percaya semua baik-baik saja. Anak-anak saya bukanlah tipe yang anteng—believe me, they’re just like the other boys out there—dan hari-hari yang rempong menjadi makanan saya sehari-hari.

Pagi ini, anak-anak saya kembali masuk sekolah, setelah 3 minggu bersama saya hampir 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Dulu saat masih memakai nanny, saya kerap menghitung hari setiap kali anak-anak libur. Rasanya ingin cepat-cepat kembali merasakan setidaknya 5 jam dalam sehari cukup milik saya saja, untuk bekerja dan berkarya, bertemu teman-teman yang produktif, dan sebagainya. Namun kali ini rasanya berbeda.

Saat masih 2 minggu menjelang, rasanya tenang saja. Saya percaya semua baik-baik saja. Anak-anak saya bukanlah tipe yang anteng—believe me, they’re just like the other boys out there—dan hari-hari yang rempong menjadi makanan saya sehari-hari.

TAPI KALI INI, SAYA NGGAK PUSING KEPALA.

Ada sesuatu yang membuat saya tetap tenang, tetap merasa saya masih bisa menjadi diri sendiri meski mereka seliweran dan jumpalitan di sekitar saya. Dan ini pun membuat saya heran, karena sejak kecil pun, saya hidup di tangan nanny. Kedua orang tua saya bekerja, dan ni membuat nanny terlihat sangat lumrah di mata saya. Tapi kini semua berubah; saya memilih untuk bertiga saja dengan Athar dan Bhamas—sama Bapaknya juga ya, tentunya! Dengan kondisi saya yang pernah Post-partum Depression, ditambah merintis startup yang kerap bikin setres, juga delay yang dialami anak saya di tahun-tahun pertama; honestly, saya pun merasa heran.

Continue Reading
You may also like...

Memulai karirnya sebagai Jurnalis Fashion di majalah Dewi pada tahun 2009. Karena morning sickness yang luar biasa, Lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini memilih berhenti mengejar karirnya saat hamil anak pertamanya, Atharjahja. Selama 4 tahun ia mengalami Postpartum Depression - sesuatu yang bertahan begitu lama karena ketidaksadarannya pada kondisi tersebut. Pernah memilih jalur entrepreneur selama 5 tahun, kini ia tengah berada pada titik terbaiknya dan memutuskan untuk memperdalam edukasi anak usia dini di sebuah institusi pendidikan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Mama's Story

Trending

To Top