Connect with us

Mamapedia

Menyatakan Cinta Dalam Sebuah Pernikahan

Relationship

Menyatakan Cinta Dalam Sebuah Pernikahan

Jatuh cinta mungkin tidak bisa dikendalikan namun mencintai dapat dilatih dan dipelajari.

Banyak pasangan menikah yang mengatakan bahwa masa pacaran adalah yang terbaik. Di mana sang pujaan hati selalu gagah atau cantik dengan wangi yang merindukan. Perhatian dan romantis yang selalu mengetarkan. Seharusnya masa terbaik dan terindah adalah pernikahan di mana setiap orang berharap tidak dipisahkan dengan belahan jiwanya. Lalu apa yang menyebabkan sparks pada pasangan berubah ketika menikah?

Menurut Dr. Gary Chapman, seorang konselor pernikahan dan penulis buku best selling “Five Love Languages” (Lima Bahasa Cinta). Ada perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai. Jatuh cinta melibatkan insting, sehingga tidak bisa merencanakan akan jatuh cinta dengan siapa dan di mana. Seiring waktu berjalan pada proses jatuh cinta, umumnya 2 tahun dan memudar. Pada fase ini, manusia menyadari kebutuhannya untuk dicintai secara tulus. Jatuh cinta mungkin tidak bisa dikendalikan namun mencintai dapat dilatih dan dipelajari.

Misalnya mungkin saja Mama, merasa diabaikan oleh kesibukkan pekerjaan Papa hingga larut malam. Di satu sisi, Papa sedang berusaha keras bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Keduanya saling mencintai, namun mengungkapkan rasa cinta tersebut yang berbeda.

Dr. Gary Chapman mendefinisikan bahwa ada 5 bahasa cinta di dunia ini. Seseorang umumnya dominan pada 2 bahasa dari 5 bahasa cinta. Jadi tidak perlu berusaha memenuhi 5 bahasa cinta pasangan, selama dapat memberikan bahasa cinta yang tepat kehidupan pernikahan akan selalu bahagia dan nyaman.

Yuk Ma, kenali 5 bahasa cinta ini dan lakukan hal yang tepat sebagai bentuk komunikasi cinta pada Papa.

  1. Apresiasi

Seseorang yang memiliki bahasa cinta apresiasi, akan sangat mementingkan bahasa. Ketika pasangan memujinya, ia merasa sangat dicintai. Dan penggunaan kata-kata yang negatif akan sangat menyakiti hatinya. Orang yang memiliki bahasa cinta apresiasi sangat mudah mengungkapkan perasaan melalui perkataan, di mana ini adalah pentujuk. Selalu berikan ungkapan cinta sebagai bentuk menyakinkan dan kata-kata positif akan sangat membangun dan menjaga hubungan.

Do’s : Berikan pujian mengenai penampilannya dan nyatakan cinta pada pasangan dengan tulus.

  1. Hadiah

Seseorang yang memiliki bahasa cinta hadiah, akan merasa sangat bahagia bila mendapatkan hadiah sekecil apapun. Hadiah merupakan tanda cinta, yang bisa diukurnya.

Do’s : Berikan hadiah yang tidak terduga akan sangat menyenangkan. Bahkan martabak hangat di malam hari, dapat membuat hatinya merasakan getaran cinta.

  1. Pelayanan

Seseorang dengan bahasa cinta pelayanan, akan merasa bahagia bila pasangannya membantu dengan ikhlas tanpa bertanya. Memberikan bantuan dalam bentuk pelayanan, merupakan bentuk perhatian nyata yang bisa dilihat dan rasakan pada saat tersebut.

Do’s : Berikan bantuan pada pekerjaan rumah tanpa diminta. Membuang sampah pada malam hari atau mau menjemurkan pakaian merupakan tindakan kecil yang mungkin menghangatkan hatinya.

  1. Waktu yang berkualitas.

Seseorang yang memiliki bahasa cinta waktu yang berkualitas, menganggap waktu merupakan harta yang tidak bisa diulang. Oleh karena itu, harus dipergunakan sebaik-baiknya.

Do’s : Ketika duduk bersama pusatkan perhatian kepada pasangan, tidak sibuk dengan hp. Melakukan kegiatan berbeda dalam satu ruangan pun, sudah termasuk waktu yang berkualitas baginya.

  1. Sentuhan fisik.

Seseorang dengan bahasa cinta sentuhan fisik, merasakan cintanya melalui sentuhan. Sentuhan dapat memberikanya rasa nyaman dari pasangannya.

Do’s : Ungkapan rasa cinta melalui pelukan, bergandengan tangan atau belaian.

Setelah membaca bahasa cinta di atas, mungkin terlihat mudah tapi seringkali terlupakan. Bukan tidak mungkin sejak memiliki anak, fokus Mama lebih kepada Si Kecil. Hari Papa akan terasa lebih baik dan dicintai ketika, Mama membantu memakaikan dasi atau menyiapkan bekal untuknya di kantor.

Hangatkan selalu pernikahan Mama dengan menyatakan cinta dengan bahasa yang tepat!

 

Sumber: https://www.5lovelanguages.com/2018/06/the-five-love-languages-defined/

Memulai kariernya sebagai make up artist, setelah lulus dari UNPAR pada 2011. Menunda mengejar karier sebagai make up artist sejak hamil dan menjadi full time mom. Menjadi ibu, tidaklah mudah baginya. Keraguan dan banyak pertanyaan dalam dirinya dalam merawat Charlotte. Mencoba berbagi, dengan menulis pengalaman pada akun sosial pribadi, dan berharap dapat membantu orang lain yang sedang bertransisi sebagai ibu baru. Saat ini menulis mengenai parenting dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu hobinya diantara aktivitas dalam merawat Charlotte.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Relationship

To Top